Kamis, 04 November 2010

ABSTRAK

Ekosistem Terumbu Karang merupakan bagian ekosistem laut yang penting karena menjadi sumber kehidupan dan menjadi rumah bagi biota laut yang memilki nilai ekonomis tinggi, berbagai jenis hewan laut mencari makan, berlindung dan memijah di ekosistem tersebut. Terumbu karang juga merupakan sumber makanan dan bahan baku substansi bioaktif yang berguna dalam farmasi dan kedokteran.
Semakin bertambahnya nilai ekonomis maupun kebutuhan masyarakat akan sumberdaya yang ada di terumbu karang seperti ikan, udang lobster, teripang dan lain- lain, maka aktivitas yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi tersebut semakin besar pula. Dengan demikian tekanan ekologis terhadap ekosistem terumbu karang juga akan semakin meningkat. Meningkatnya tekanan ini tentunya akan dapat mengancam keberadaan dan kelangsungan ekosistem terumbu karang dan biota yang hidup didalamnya.
Hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem terumbu karang di laut, sehingga terumbu karang banyak digunakan secara destruktif yaitu penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak seperti bom, akar bore, dan sianida ataupun pengambilan karang untuk pembuatan kapur (untuk makan pinang), oleh sebab itu peranan siswa sangat penting dalam pengelolaan terumbu karang khususnya menjadi mediator atau penghubung dari pemerintah ke masyarakat,
Penelitian ini akan membahas tentang upaya yang dilakukan oleh siswa untuk merehabilitasi ekosistem terumbu karang yang sudah terdegradasi dengan menggunakan metode Transplantasi karang. Melalui penelitian ini menggunakan bibit karang dari spesies Acrophora digitifera dan Acrophora loisetteae. Berdasarkan hasil penelitian bahwa spesies Acrophora digitifera merupakan spesies yang memliki ketahanan hidup yang sangat baik karena nilai Tingkat Ketahanan Hidup mencapai nilai 100% dibandingkan dengan Acrophora loisetteae yang Tingkat Ketahanan Hidupnya hanya 87-90 %. Hal ini disebabkan karena diameter koloni karang spesies Acrophora digitifera lebih besar dibandingkan dengan Acrophora loisetteae, sehingga adaptasinya terhadap kondisi lingkungan sangat dipengaruhi oleh diameter koloninya tersebut.
Secara keseluruhan kondisi lingkungan sangat mendukung untuk pertumbuhan karang yang di transplantasi hal ini dapat dilihat dari nilai dari Tingkat Ketahanan Hidup yang berkisar antara 87 – 100% untuk kedua spesies yang ditransplantasi.

Terumbu Karang Masa Depan Anak Cucu Kita

Kekayaan alam bawah laut Indonesia khususnya terumbu karang sudah tidak dapat dipungkiri lagi. Indonesia sendiri merupakan negara yang luas terumbu karangnya sangat luas. Luasnya terumbu karang membuat terumbu karang dapat berkembang biak secara luas. Terumbu karang dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual. Adapun kriteria bertumbuhnya terumbu karang seperti suhu air laut, intensitas cahaya matahari, kadar garam air laut, namun disini yang paling penting agar bertumbuhnya karang secara baik yaitu intensitas cahaya matahari ini dikarenakan hewan atau alga yang berada diterumbu karang bisa dapat berfotosintesis.
Di Indonesia ada tiga tipe terumbu karang yaitu karang tepi yang berda didekat daratan, karang penghalang yang berada di sejajar garis tepi, dan karang cincin atau atol yang berada disekeeliling gunung berapi conntohnya di Taka Boneterate yang mempunyai luas terumbu karang, terumbu karang atol yang sangat luas dan menjadi luas terumbukarang atol ke-3 terbesar di dunia.
Terumbu karang merupakan sistem yang sangat penting bagi ekosistem yang ada dilaut. Namun, sekarang terumbu karang sudah banyak yang mati ini dikarenakan kerusakan-kerusakan yang alami dan buatan. Namun, pada saat ini kerusakan terumbu karang kebanyakan disebabkan oleh manusia (buatan) dan kerusakan terumbu karang yang disebabkan oleh ulah manusia, tergolong menjadi dua yaitu secara langsung dan tidak langsung, kerusakan secara langsung seperti penangkapan ikan dengan menggunakan bom, racun, penginjakan karang, dll, sedangkan kerusakan secara langsung seperti penggundulan hutan,pencemaran, dan pembuangan sampah di laut. Oleh karena itu dibutuhkan peran instansi-instansi terkait seperti COREMAP yang bertugas untuk melindungi, menjaga, dan mengembang biakan terumbu karang secara terpadu dan keberlanjutan. Di sini dibutuhkan juga peran masyarakat dan kita sebagai generasi muda sekarang untuk bekerja sama menjagan dan melindungi terumbu karang dengan memperhatikan asas keberlanjutan, agar di masa yang akan datang kita generasi muda bisa merasakan manfaat dari terumbu karang dan melestarikan untuk masa-masa yang akan datang agar anak dan cucu kita juga bisa merasakannya.
Oleh karena itu “Mari Bekerja Sama Menyelamatkan Terumbu Karang, Sekarang”.........!!!!!
“Kalau bukan sekarang kapan lagi, Kalau bukan kitorang siapa lagi”

PRESENTASIKU

Rabu, 03 November 2010

Upaya Yang Dilakukan Siswa Dalam Melestarikan Terumbu Karang Sebagai Modal Wisata Bahari di Pulau Mansinam Manokwari Papua Barat


Acrophora digitifera


Ekosistem Terumbu Karang merupakan bagian ekosistem laut yang penting karena menjadi sumber kehidupan dan menjadi rumah bagi biota laut yang memilki nilai ekonomis tinggi, berbagai jenis hewan laut mencari makan, berlindung dan memijah di ekosistem tersebut. Terumbu karang juga merupakan sumber makanan dan bahan baku substansi bioaktif yang berguna dalam farmasi dan kedokteran.
Acrophora digitifera
Semakin bertambahnya nilai ekonomis maupun kebutuhan masyarakat akan sumberdaya yang ada di terumbu karang seperti ikan, udang lobster, teripang dan lain- lain, maka aktivitas yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi tersebut semakin besar pula. Dengan demikian tekanan ekologis terhadap ekosistem terumbu karang juga akan semakin meningkat. Meningkatnya  tekanan ini tentunya akan dapat mengancam keberadaan dan kelangsungan ekosistem terumbu karang dan biota yang hidup  didalamnya.
Hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang  pentingnya ekosistem terumbu karang di laut, sehingga terumbu karang banyak digunakan secara destruktif yaitu penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak seperti bom, akar bore, dan sianida ataupun pengambilan karang untuk pembuatan kapur (untuk makan pinang), oleh sebab itu peranan siswa sangat penting dalam pengelolaan terumbu karang khususnya menjadi mediator atau penghubung dari pemerintah ke masyarakat,
Pulau Mansinam, Manokwari
Penelitian ini akan membahas tentang upaya yang dilakukan oleh siswa untuk merehabilitasi ekosistem terumbu karang yang sudah terdegradasi dengan menggunakan metode Transplantasi karang. Melalui penelitian ini menggunakan bibit karang dari spesies Acrophora digitifera dan Acrophora loisetteae. Berdasarkan hasil penelitian bahwa spesies Acrophora digitifera merupakan spesies yang memliki ketahanan hidup yang sangat baik karena nilai Tingkat Ketahanan Hidup mencapai nilai 100% dibandingkan dengan Acrophora loisetteae yang Tingkat Ketahanan Hidupnya hanya 87-90 %. Hal ini disebabkan karena diameter koloni karang spesies Acrophora digitifera lebih besar dibandingkan dengan Acrophora loisetteae, sehingga adaptasinya terhadap kondisi lingkungan sangat dipengaruhi oleh diameter koloninya tersebut.
Secara keseluruhan kondisi lingkungan sangat mendukung untuk pertumbuhan karang yang di transplantasi hal ini dapat dilihat dari nilai dari Tingkat Ketahanan Hidup yang berkisar antara 87 – 100% untuk kedua spesies yang ditransplantasi.