Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 November 2010

PENUTUP

Kesimpulan Dan Saran

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpilkan beberapa hal yaitu :
1. Kondisi lingkungan tempat dilakukan transplantasi karang sangat mendukung dalam keberlangsungan hidup karang karena semuanya masih dalam kondisi yang dapat ditoleran oleh karang untuk bertumbuh dengan baik.
2. Tingkat ketahanan hidup karang semuanya dalam kondisi yang baik yakni berkisar antara 87% - 100%, dimana karang spesies Acrophora digitifera mencapai 100% ini berarti bahwa jenis karang ini dapat bertahan hidup sangat baik pada perairan tempat dilakukan transplantasi karena koloni karangnya besar begitupun untuk spesies Acrophora loisetteae mampu bertahan hidup pada kondisi lingkungan tempat dilakukannya transplantasi.
3. Jumlah percabangan/tunas pada spesies karang Acrophora digitifera yaitu 8 cabang/tunas apada stasiun I dan 4 cabang atau tunas pada stasiun II dengan panjang cabang atau tunas berkisar antara 1,5 – 2,5 cm sedangkan Acrophora loisetteae sebanyak 3 cabang/tunas pada stasiun I dan 6 cabang/tunas pada stasiun II dengan panjang cabang/tunas berkisar antara 3,5 – 5 cm.
4. Pertambahan panjang karang untuk spesie Acrophora digitifera pada pengamatan 2 minggu pertama berkisar antara 5,7 – 6 cm sedangkan pada pengamatan 2 minggu ke dua berkisar antara 6,5 – 7,5 cm. untuk spesies karang Acrophora loisetteae berkisar antara 6,8 cm pada pengamatan 2 minggu pertama sedangkan pada pengamatan 2 minggu kedua berkisar antara 8,5 – 10 cm.
5. Strategi pengelolaan yang akan dilakukan di pulau mansinam berdasarkan permasalahan yang ditemukan di lokasi secara garis besar adalah sebagai berikut :
a. Memberdayakan masyarakat pesisir yang secara langsung bergantung pada pengelolaan terumbu karang.
b. Mengurangi laku degradasi kondisi terumbu karang yang ada saat ini.
c. Mengelola terumbu karang berdasarkan karakteristik ekosistem, potensi, pemanfaatan dan status hukumnya.
6. Berdasarkan hasil temuan dilokasi penelitian masyarakat tentang ekosistem terumbu karang baik, namun kurang sadar melakukan usaha penyalamatan ekosistem terumbu karang, oleh karena itu sangat perlu untuk diadakan penyuluhan tentang pentingnya peranan ekosistem terumbu karang didalam perairan laut.

Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat diberikan :
1. Untuk mendapatkan hasil transplantasi karang yang maksimal maka perlu dilakukan penelitian selanjutnya.
2. Transplantasi karang merupakan salah satu cara untuk merahabilitasi ekosistem karang yang telah     mengalami degradasi, oleh karena itu perlu adanya kerjasama dengan pihak/instansi terkait dan juga masyarakat setempat.

HASIL YANG DICAPAI


Kondisi Lingkungan Perairan yang Terukur
No.
Kondisi Lingkungan yang Terukur
Stasiun Pengamatan
Pengamatan Pukul 11.30 WIT
Pengamatan Pukul 15.30 WIT
I
II
I
II
1
Kecerahan
2 m
2,5 m
2 m
2,5 m
2
Kecepatan
0,1028 m/s
0,1064 m/s
0,0052 m/s
0,008 m/s
3
Suhu Perairan
29 0C
30 0C
31 0C
32 0C
Tabel  2. Data Kondisi Lingkungan yang terukur pada saat penelitian

 
4
Salinitas
31 ppt
31,5 ppt
32 ppt
32,5 ppt
Kondisi Lingkungan Perairan yang Terukur


Ketahanan Hidup
No.
Jenis Substrat
Spesies Karang
Tingkat Ketahanan Hidup (%)
Stasiun I
Stasiun II
1
Substrat Buatan (Beton)
Acrophora digitifera
100
100
2
Acrophora loisetteae
87
90
Tabel 3. Tingkat Ketahanan Hidup  Karang yang di Transplantasi.
Jumlah Percabangan atau Pertunasan

No
Spesies Karang yang di Transplantasi
Banyaknya Cabang/Tunas
Panjang Cabang/Tunas (cm)
Diameter Koloni (cm)
ST. I
ST. II
ST. I
ST. II
ST. I
ST. II
1
Acrophora digitifera
8
4
2,5
1,5
10
5
2
Acrophora loisetteae
3
6
3,5
5
3
4



Tabel 4. Pertambahan Panjang Percabangan atau Pertunasan karang yang ditransplantsaikan
No
Spesies Karang yang di Transplantasi
Banyaknya Cabang/Tunas
Panjang Cabang/Tunas (cm)
Diameter Koloni (cm)
ST. I
ST. II
ST. I
ST. II
ST. I
ST. II
1
Acrophora digitifera
8
4
2,5
1,5
10
5
2
Acrophora loisetteae
3
6
3,5
5
3
4

METODE PENELITIAN

Metode Penelitian

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan mulai  pada tanggal 16 Juli 2010 samapai dengan 18 September 2010 yang bertempat di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat

Metodologi dan Analisa Data

Metode yang digunakan adalah pengambilan data langsung kemudian dianalisis.

PENDAHULUAN


Latar belakang
Indonesia dengan wilayah lautnya yang sangat luas, jumlah pulaunya yang mencapai sekitar 17.508 dan diperkirakan luas terumbu karangnya sekitar  75.000 km2. 
Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang sangat penting bagi organisme lainnya di laut.
Bertambahnya nilai ekonomis dan kebutuhan masyarakat akan sumberdaya yang ada di terumbu karang seperti ikan, udang lobster, teripang dan lain- lain.
Untuk menyelamatkan ekosistem terumbu karang maka perlu dilakukan pendekatan kawasan konservasi laut yang berfungsi  untuk memlihara sumber induk agar jumlah dan ukurannya bisa meningkat sehingga produksi benihnya dari hasil spawning (pemijahan) akan lebih baik dan melimpah.
Metode transplantasi karang merupakan salah satu cara untuk merehabilitasi ekositem terumbu karang dan melalui penelitian ini di pulau Mansinam akan diterapkan.
Pulau Mansinam merupakan salah  satu pulau di Manokwari yang terkenal sebagai pulau peradaban bagi masyarakat Papua, karena pulau Mansinam dikenal sebagai pulau pertama masuknya injil di tanah Papua.

Perumusan Masalah
Kurangnya Kesadaran Masyarakat akan pentingnya kebersihan pantai untuk kelestarian ekosisem terumbu karang.
Susahnya mengubah perilaku masyarakat secara khusus yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dari Pemanen menjadi Pembudidaya terhadap pemanfaatan sumberdaya alam yang dimiliki oleh daerah supaya dapat bertahan untuk masa depan.
Pulau Mansinam yang menjadi salah satu pulau wisata di Manokwari, namun tidak mendapat perhatian dari masyarakat dan pemerintah setempat untuk melestarikan ekosistem terumbu karangnya.
Metode transplantasi merupakan salah satu cara untuk merehabilitasi atau memperbaiki ekosistem terumbu karang yang telah rusak.
Tujuan Penelitian
Mengetahui kondisi karang secara umum di Manokwari khususnya   di Pulau Mansinam.
Memberi pemahaman kepada masyarakat tentang fungsi dari  ekosistem terumbu karang dan pemanfaatannya dengan memperhatikan asas keberlanjutan.       
Menjadikan pulau Mansinam sebagai salah satu pulau wisata bahari di kota Manokwari.
Menjadikan metode transplantasi karang sebagai sarana  untuk merehabilitasi ekosistem terumbu karang.

ABSTRAK

Ekosistem Terumbu Karang merupakan bagian ekosistem laut yang penting karena menjadi sumber kehidupan dan menjadi rumah bagi biota laut yang memilki nilai ekonomis tinggi, berbagai jenis hewan laut mencari makan, berlindung dan memijah di ekosistem tersebut. Terumbu karang juga merupakan sumber makanan dan bahan baku substansi bioaktif yang berguna dalam farmasi dan kedokteran.
Semakin bertambahnya nilai ekonomis maupun kebutuhan masyarakat akan sumberdaya yang ada di terumbu karang seperti ikan, udang lobster, teripang dan lain- lain, maka aktivitas yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan potensi tersebut semakin besar pula. Dengan demikian tekanan ekologis terhadap ekosistem terumbu karang juga akan semakin meningkat. Meningkatnya tekanan ini tentunya akan dapat mengancam keberadaan dan kelangsungan ekosistem terumbu karang dan biota yang hidup didalamnya.
Hal tersebut terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekosistem terumbu karang di laut, sehingga terumbu karang banyak digunakan secara destruktif yaitu penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak seperti bom, akar bore, dan sianida ataupun pengambilan karang untuk pembuatan kapur (untuk makan pinang), oleh sebab itu peranan siswa sangat penting dalam pengelolaan terumbu karang khususnya menjadi mediator atau penghubung dari pemerintah ke masyarakat,
Penelitian ini akan membahas tentang upaya yang dilakukan oleh siswa untuk merehabilitasi ekosistem terumbu karang yang sudah terdegradasi dengan menggunakan metode Transplantasi karang. Melalui penelitian ini menggunakan bibit karang dari spesies Acrophora digitifera dan Acrophora loisetteae. Berdasarkan hasil penelitian bahwa spesies Acrophora digitifera merupakan spesies yang memliki ketahanan hidup yang sangat baik karena nilai Tingkat Ketahanan Hidup mencapai nilai 100% dibandingkan dengan Acrophora loisetteae yang Tingkat Ketahanan Hidupnya hanya 87-90 %. Hal ini disebabkan karena diameter koloni karang spesies Acrophora digitifera lebih besar dibandingkan dengan Acrophora loisetteae, sehingga adaptasinya terhadap kondisi lingkungan sangat dipengaruhi oleh diameter koloninya tersebut.
Secara keseluruhan kondisi lingkungan sangat mendukung untuk pertumbuhan karang yang di transplantasi hal ini dapat dilihat dari nilai dari Tingkat Ketahanan Hidup yang berkisar antara 87 – 100% untuk kedua spesies yang ditransplantasi.